News

Anne Avantie Minta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Minangkabau

ayokepariaman.id-Protes Bundo Kanduang Sumatera Barat (Sumbar) terhadap pemakaian tutup kepala menyerupai Suntiang yang dikenakan artis Sofia Latjuba dalam gelaran fashion show Anne Avantie bertajuk “Sekarayu Sriwaderi” di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3) akhirnya direspons desainer terkenal, Anne Avantie yang notabenenya sebagai perancang busana tersebut.Tanggapan itu disampaikannya dalam sebuah surat berjudul “surat permohonan maaf Anne Avantie tentang pemakaian Suntiang oleh Shopia Latjuba. Surat tersebut diunggah Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat, Jasman Rizal di akun Facebooknya, Senin (9/4), sekitar 6 jam lalu.

Dalam surat tersebut, Anne Avantie meminta maaf atas busana yang dikreasikannya dengan Suntiang kepada seluruh masyarakat Minangkabau dimana pun berada. Ia juga mencurahkan tentang jalan terjal yang dihadapinya hingga menapaki kesuksesan seperti saat ini.

“Pencapaian itu tidak serta merta kemudian menjadikan saya bermegah diri, namun saya mengabdikan diri untuk menjadi saluran berkat bagi sesama dan banyak orang. Saya memberi inspirasi untuk dunia wirausaha dan industri kreatif Indonesia dengan terus berbagi dalam segala kesempatan tanpa pernah lelah apalagi menyerah. Seperti Ibu saya meneladankan kebajikan dan kebaikan pada saya untuk berkarya dengan hati,” kata Anne dalam surat yang ditulisnya di Jakarta tertanggal 9 April 2018.

“Hingga hampir tiga dasawarsa saya berkarya untuk negeri tercinta Indonesia. Jatuh bangun, pahit getirnya dan suka dan duka telah menjadi perziarahan hidup yang begitu memberikan pembelajaran pada saya. Sehingga saya terus bertumbuh melalui kegagalan demi kegagalan yang terjadi sepanjang usia karir saya,” lanjut surat tersebut.

Anne beranggapan, apa yang dipersoalkan terkait Suntiang tersebut, terjadi diluar kuasanya hingga mendapat kritikan dari masyarakat Minangkabau. “Sebagai orang yang menjunjung tinggi nasehat Ibu, saya ingin memenuhi permohonan Ibu saya untuk tidak memperpanjang persoalan ini. Sehingga nantinya akan mengorbankan banyak orang dan kemudian menjauhkan persaudaraan antar satu dan lainnya sehingga semakin menjauhkan kedamaian yang menjadi cita cita setiap insan.

Anne juga menjelaskan beberapa hal sebelum penampilan busana tersebut. Pertama, beberapa jam sebelum acara tersebut, ia meminjam beberapa hiasan rambut salah satunya adalah Suntiang Sumatera Barat. Sebetulnya, Anne mengaku, hanya ingin melihat apakah hiasan rambut tersebut bentuknya dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian dan bisa di kolaborasikan dengan aksesoris lainnya.

Hanya saja, karena keadaan yang tidak memungkinkannya untuk mengontrol satu persatu persiapan di belakang panggung dan juga mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf kalla, Ibu Sinta Nuriah Wahid dan Ibu Menteri Susi Pudjiastuti.

“Dalam kondisi itulah kemudian komunikasi terputus. Sehingga terjadi kekeliruan yang tidak seharusnya terjadi seperti ini. Saya sekali belum melihat bentuknya. Termasuk belum memegang dan belum juga memerintahkan untuk memasang di kepala model tersebut. Karena saya tau bahwa model tersebut mengenakan gaun dengan aksen jubah batik. Awalnya saya berencana untuk merangkainya dengan hiasan rambut lain dan bunga,” terangnya.

“Semua terjadi karena kurangnya komunikasi antara saya dan yang terlibat sebagai pemasang sunting tersebut yang seharusnya bisa di hindari ketika melihat baju yang di kenakan oleh model yang bersangkutan bukan selayak dan sepantasnya. Namun sekali lagi ini semua sudah terjadi dan saya mohon maaf,” sambungnya.

Anne juga menegaskan, jika kesalahan tersebut murni tanggungjawabnya sebagai orang yang menggelar pagelaran rasa syukur selama umur karirnya di bidang desainer.

“Sebagai orang yang memiliki tanggungjawab moral, saya memohon maaf pada seluruh masyarakat Minangkabau. Atas segala perhatian, jalinan hati serta kebijaksaan yang diberikan saya menghaturkan banyak terimakasih,” katanya.

Sebelumnya, ketua Penasehat Bundo Kanduang Sumbar, Ny Nevi Irwan Prayitno menyayangkan rancangan busana dari desainer terkenal Indonesia tersebut. “Kami prihatin adanya busana kreasi pengantin modern yang memadukan atasannya menyerupai Suntiang minang. Sebab, pakaian tradisi Minangkabau tidak boleh dicampur atau dikreasikan dengan bentuk apapun. Karena setiap busana dari Minang telah berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Nevi Irwan Prayitno.

Bahkan, kata Nevi, mencegah terjadinya kejadian serupa, pihaknya berencana melakukan somasi kepada desainer bersangkutan. “Rencananya, somasi itu akan ditandatangani ketua Bundo kanduang dan seluruh pembina Bundo Kandung di seluruh kabupaten/kota, termasuk Pemprov Sumbar,” katanya.

Terkait kelanjutan rencana somasi tersebut, Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, Anne Avantie telah meminta maaf secara resmi. Sehingga, rencana tersebut berkemungkinan tidak dilanjutkan.

“Somasi kan untuk menuntut maaf Anne Avantie, lalu di saat yang bersangkutan sudah meminta maaf atas kesadaran sendiri tanpa paksaan, tentu somasi dipertimbangkan untuk tidak lagi dilanjutkan,” katanya.

“Sebagai ummat beragama, orang yang sudah minta maaf dengan tulus, untuk apa dilanjutkan,” sambung Jasman. (pi)

 

 

 

Berikan Komentar Dunsanak !
iklan_web
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top