Objek Wisata

Muhammad Saleh, Pedagang Besar Pariaman Pada Paroh Kedua Abad ke-19

ayokepariaman.id-Wisata di Pariaman tidak selalu identik dengan pantai dan kuliner, kali ini tim ayokepariaman.id akan mengajak anda mengunjungi rumah gadang Muhammad Saleh yang  berada di didepan Lapangan Merdeka Pariaman. Rumah gadang bergaya Kajang Aceh ini masih tampak kokoh sampai hari ini. Tiang-tiangnya panjang, langkannya yang tinggi, serta tingkapnya yang berlapis menghasilkan keunikan tersendiri. Diatas pintu masuk rumah tertulis angka tahun 1889 Masehi menjadi penanda tahun berdirinya rumah gadang tersebut.

Moehammad Saleh (1841-1922) adalah sosok pengusaha besar dan cukup di segani Pemerintah Kolonial Belanda pada masanya, dia lahir tahun 1841 di Desa Pasir Baru, Padang Pariaman .
Ayahnya, Peto Rajo, juga seorang pedagang adalah penduduk Pariaman asli, namun, ayah Peto Rajo adalah keturunan seorang raja di Rigah, Rantau Dua Belas, Aceh Barat, sementara itu ibunya, Tarus berasal dari Guguak Ampek Koto, Bukittinggi, dikabarkan keluarga tarus telah hijrah ke Pariaman akibat Perang Padri.

Kisah sukses Moehammad Saleh sebagai pedagang besar Pariaman pada paroh kedua abad ke-19 dapat kita ketahui berkat otobiografi yang ditulisnya sendiri pada tahun 1914 (tulisan jawi ). Pada tahun 1965 otobiografi itu di latin kan oleh cucu beliau , S.M. Latif

Usaha Moehammad Shaleh dirintis dari seseorang penghela pukek (jala) di Pantai Pariaman sampai akhirnya menjadi seorang pedagang besar yang mempunyai beberapa perahu, pencalang dan kolek yang berlayar hingga sejauh Rigah di Pantai Barat Aceh dan Bandar Sepuluh di Selatan Aceh.
Shaleh mempunyai beberapa toko di Pariaman dan Padang Panjang, anak buahnya di darat dan dilaut mencapai puluhan orang, bahan dagangannya berupa macam-macam hasil bumi, selain itu Ia juga di percaya oleh Belanda untuk mendistribusikan garam ke daerah darek.

Kekayaan Moehammad Saleh dapat di kesan dari dua rumah besar (yang satu bernama rumah batu tinggi ) milik keluarga besarnya di Pariaman, jika kita ke pariaman, rumah itu masih dapat dilihat sampai sekarang. (tim-berbagai sumber)

Berikan Komentar Dunsanak !
iklan_web
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top