News

Ratusan Ribu Wisatawan Saksikan Hoyak Tabuik Piaman 2019

Ayokepariaman.id — Digelarnya prosesi Tabuik Naik Pangkek, Hoyak Tabuik dan Tabuik Dibuang Ka Lauik hari ini, menandakan rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2019 telah berakhir.

Prosesi itu menjadi puncak dari seluruh rangkaian pesta budaya tabuik yang dimulai sejak tanggal 1 September 2019 yang lalu.

Puncak acara tabuik dipusatkan di Pantai Gondariah, Pasie Pariaman. Panggung penampilan berbagai kesenian dari anak nagari Pariaman.

Suara tingkah tambua tansa dan liuk, menghibur pengunjung dan undangan yang menyaksikan Tabuik dihoyak hingga dibuang kelaut.

Lebih 200.000 pengunjung ditaksir menyaksikan puncak pesta budaya Tabuik. Mereka datang sejak pagi hari menyaksikan Tabuik Naik Pangkek, kemudian bergeser ke Pantai Gondariah menyaksikan Tabuik dihoyak dan dibuang ke laut.

Puncak pesta budaya tabuik tahun ini lebih meriah. Kehadiran undangan pejabat pusat, daerah Sumatera Barat dan perantau seolah menjadi bukti acara itu menarik perhatian orang banyak.

Selain undangan dan pengunjung, puncak pesta budaya Tabuik tahun 2019 juga dihadiri rang Sumando Pariaman, Irjen Pol Fakhrizal yang saat ini menjabat Kapolda Sumatera Barat.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan pesta tabuik secara nyata menunjang pergerakan ekonomi masyarakat di kota Pariaman.

“Ramainya kunjungan masyarakat selama dua pekan digelarnya prosesi Tabuik, membuat ekonomi berkembang. Uang beredar di Kota Pariaman,” katanya.

Pesta budaya tabuik tidak satu-satunya menjadi upaya mensejahterakan masyarakat melalui sektor pariwisata. Pembangunan dan penataan infrastruktur pariwisata didaerah itu seperti penataan sungai dan pantai dengan konsep water front city, juga menunjung perkembangan pariwisata.

Menurutnya prosesi budaya itu saat ini telah menjadi warisan budaya nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman melalui Kementerian dan Kebudayaan Kemendikbud RI, mengusulkan agar pesta budaya tabuik menjadi warisan budaya dunia atau warisan non benda.

Genius Umar kembali menegaskan jika tabuik adalah kebudayaan masyarakat Kota Pariaman, bukan ritual aliran atau  keagamaan tertentu. Pesta budaya tabuik telah ada dan diselenggaran setiap tahunnya secara turun-temurun dari dari 7 atau 10 generasi yang lalu.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Regional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Reza Fahlevi mengatakan jika Kemenpar RI akan memasukkan pesta budaya Tabuik Kota Pariaman masuk dalam daftar 100 iven kalander wisata nasional Indonesia.

Selain menggelar iven, Kemenpar RI meminta agar pemerintah didaerah khususnya di Kota Pariaman juga melalui penguatan destinasi wisata.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan mengimbau masyarakat menghargai cipta karsa leluhur yang menciptakan sebuah budaya yang dinamakan Tabuik.

“Harus dicatat tabuik hanyalah budaya, tidak dijadikan ibadah. Tidak pula aliran atau kegiatan keagamaan tertentu. Tabuik telah mendatangkan orang dengan membawa uang, hal menumbuhkan ekonomi ditengah masyarakat yang menggerakkan ekonomi rakyat. Pemprov Sumatera Barat setuju tabuik dijadikan ikon wisata,” pungkasnya. (nanda-pariamantoday)

 

Berikan Komentar Dunsanak !
iklan_web
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top