News

Diskominfo Kota Pariaman, Gaet Generasi Milenial Untuk Saring Sebelum Sharing

ayokepariaman.id-Saat ini media sosial sering digunakan sebagai alat untuk menyebarluaskan informasi dan berita, kemudahan dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi menjadi salah satu pertimbangan generasi muda untuk saling berbagi informasi.

Menyikapi hal tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman dibawah pimpinan Hendri, Jumat (20/12) mengadakan Sarasehan (sebuah pertemuan dengan mengundang sekelompok orang untuk mendengarkan pendapat seseorang yang ahli di dalam bidang tertentu).

Sarasehan diadakan di Svmbarang Kadai depan Tugu Asian Youth Park, yang menghadirkan para generasi milenial dengan tema “SARING SEBELUM SHARING”. Sebanyak 50 orang peserta yang rencananya akan hadir sebagai peserta ternyata melampaui target menjadi 80 orang peserta terdiri dari mahasiswa dan komunitas generasi muda yang ada di Kota Pariaman. Hal ini disebabkan minat dari para kaum milenial sangat tinggi untuk mengetahui tentang penggunaan media sosial yang baik dan benar. Mereka merasa senang sekali diundang dalam acara yang digelar oleh Diskominfo Kota Pariaman ini.

Kadis Kominfo Hendri mengatakan tujuan diadakannya sarasehan ini diluar ruangan adalah untuk lebih meningkatkan suasana keakraban antara peserta dan narasumber sehingga acara ini akan langsung lebih menyentuh pada tujuan dan sasaran pelaksanaannya, karena peserta dapat mengikuti acara dengan santai dan suasana yang menyenangkan. Dan untuk menghindari kejenuhan peserta terhadap acara didalam ruangan yang selama ini terkesan monoton.

“Dengan adanya kegiatan ini agar para generasi milenial juga bisa ikut berperan serta mempromosikan wisata yang ada di Kota Pariaman, mempromosikan program-program pembangunan yang ada sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota, sehingga bisa disebar luaskan baik dimedia sosial atau media lainnya”, ujar Hendri.

“Seperti yang telah kita ketahui bahwa media sosial saat ini sudah menjadi lalu lintas informasi disemua kalangan, salah satu efek yang timbul adalah menyebarnya informasi bohong atau hoax di sosial media tersebut”, jelasnya.

Beliau menambahkan “beredarnya berita hoax dapat mempengaruhi pandangan atau pemikiran para pengguna sosial media, hal tersebut harus dicegah sedini mungkin dengan cara memberikan edukasi kepada pengguna sosial media untuk lebih cerdas dalam menggunakan aplikasi pintar yang ada di gadget mereka, dan mengajak mereka untuk memilah informasi yang positif dan mengabaikan berita yang menghasut atau menyebarkan kebencian”.

“Jika kita menerima pemberitaan media, alangkah baiknya kita tahu apakah berita tersebut benar atau tidak (hoax). Karena kita tahu,saat ini semua orang bisa saja memberikan berita bohong melalui media sosial. Jadi penting bagi kita untuk mencari kebenarannya melalui situs-situs resmi berita yang terpercaya di Indonesia”, lanjut mantan Camat Pariaman Timur ini.

Beliau berharap semoga para pengguna internet dapat menggunakannya untuk kebaikan atau hal-hal yang positif lainnya. Dan menghimbau agar para pengguna internet dapat menjadi (Agent of Change) pelaku perubahan dan bermanfaat bagi orang banyak. Terakhir beliau berharap semoga tips diatas bisa membantu kita untuk semakin cerdas menggunakan media, dan semoga kegiatan ini bisa berlangsung terus, agar generasi muda kedepan tidak terpapar dengan berita hoax dan menyesatkan

Bertindak sebagai narasumber adalah DR. Emeraldi Chatra, M.IKom ( Dosen Magister ilmu komunikasi UNAND Padang), Bapak Emen (  Info Sumbar).(Desi-MCP)

Berikan Komentar Dunsanak !
iklan_web
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top