News

Pertama di Kota Pariaman, Desa Sungai Kasai Gelar MHQ Tingkat Sumbar

ayokepariaman.id-Untuk pertama kalinya di Kota Pariaman, Pengurus Masjid Al-Hidayah, Desa Sungai Kasai, Kecamatan Pariaman Selatan menggelar lomba  Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat Provinsi Sumatera Barat.

MHQ adalah bidang musabaqah menghafal Al-Qur’an oleh hafiz-hafizah atau penghafal Alquran secara perorangan. MHQ diadakan di Masjid Al-Hidayah, Desa Sungai Kasai dari tanggal 23-28 Desember 2019 yang diikut sertai oleh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sumbar, Senin (23/12).

MHQ tersebut dibuka Walikota Pariaman yang diwakilkan kepada Sekdako Pariaman Indra Sakti, dan dihadiri langsung Anggota DPR RI, Ny. Nevi Irwan Prayitno (istri Gubernur Sumbar), Kakanwil Kemenag Sumbar diwakili Kabid. Pengembangan Agama Islam, Zakat Dan Wakaf, H. Maswar, Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur, Camat Pariaman Selatan Suryadi, serta perwakilan Polres Pariaman dan Perwakilan Kodim 0308 Pariaman, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama Kenagarian Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan.

Sekdako Pariaman, Indra Sakti, secara langsung atas nama Pemko Pariaman menyambut baik terselenggaranya MHQ ini, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba hapalan (hafiz) Quran tersebut.

Ia menyebutkan, dengan dimulainya MHQ pertama kali di Kota Pariaman ini oleh Desa Sungai Kasai, hal ini hendaknya mampu menjadi contoh bagi desa lainnya di Kota Pariaman untuk menggelar kegiatan lomba yang berhubungan dengan pendidikan dan pengembangan islam bagi generasi muda.

” Semoga hal ini mampu menghasilkan para generasi muda di Kota Pariaman dan Provinsi Sumatera Barat yang Qurani. Dan untuk kepada peserta, jangan terpatok dengan menang kalah, namun jadikan hal ini sebagai sesuatu yang menjadi nilai ibadah kepad Allah SWT,” singkat Indra Sakti.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nevi Irwan Prayitno juga mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh pengurus masjid dan masyarakat Desa Sungai Kasai ini.

Karena, lanjutnya lagi,  generasi kita dimasa yang akan datang harus memiliki bekal hidup yang lebih kuat dari generasi yang sekarang ini. Karena di masa akan datang mungkin akan lebih banyak lagi permasalahan kehidupan yang kita tidak tau seperti apa nantinya.

” Untuk itu, bekal yang dimaksud adalah bekal pondasi islam yang harus lebih menancap ke dalam hati mereka masing-masing dengan menjadi penghapal Al-Quran,” sambung Ny. Nevi.

Ia berharap, Al-Quran yang dibaca tidak hanya dihapal saja, tetapi juga diamalkan, dipahami arti tafsirnya dan disyi’arkan dalam kehidupan sehari-hari, karena hal ini mampu sebagai pendidikan pembentukan karakter para generasi muda di masa yang akan datang.

” Apalagi hal tersebut berlangsung dari tingkat SD hingga jenjang akademis yang mampu diparalelkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehinga terbentuk karakter yang islami,” imbuhnya.

Ia juga berjanji akan kesiapannya membantu pengembangan generasi muda Kota Pariaman secara Qurani dan Islami. Seperti dukungan dalam membantu pengembangan sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan islam di Kota Pariaman.(phaik-mcp)

Berikan Komentar Dunsanak !
iklan_web
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top